Berita Kampus

STIA Lancang Kuning Dumai memberangkatkan perwakilan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja

STIA Lancang Kuning Dumai memberangkatkan perwakilan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja

Dumai, 23 Juli 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning (STIA) Dumai dengan bangga memberangkatkan perwakilan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional bertajuk "Khazanah Islam Pesisir Selat Malaka" yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Ilmuan Pesisir Selat Malaka (PIPSM).

Kegiatan ini berlangsung selama 9 hari, mulai dari 23 Juli hingga 31 Juli 2025, dan dilaksanakan di wilayah pesisir yang menjadi bagian penting dalam khazanah sejarah dan budaya Islam di kawasan Selat Malaka.

Dalam pelepasan resmi yang dilaksanakan di Kampus STIA LK Dumai, para mahasiswa dilepas langsung oleh Ketua STIA Lancang Kuning Dumai, Bapak Latip, S.Sos., M.Si., Ph.D, sebagai bentuk dukungan penuh institusi terhadap pengembangan wawasan global mahasiswa. Beliau menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat membawa nama baik kampus dan menjalin kolaborasi lintas negara dalam semangat keilmuan dan pengabdian masyarakat.

Selama menjalankan program KKN ini, mahasiswa STIA Lancang Kuning Dumai juga akan didampingi oleh dosen pendamping, Bapak Variza Aditya, S.Sos., M.Si, yang turut memberikan bimbingan akademik serta penguatan kapasitas sosial mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

Program KKN "Khazanah Islam Pesisir Selat Malaka" merupakan ajang pengabdian dan pertukaran keilmuan lintas negara yang melibatkan berbagai kampus dari Malaysia dan Indonesia. Mahasiswa akan terlibat dalam aktivitas sosial, kajian Islam kontemporer, pelestarian budaya pesisir, serta kolaborasi ilmiah bersama sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi.

Keikutsertaan ini menjadi bentuk nyata komitmen STIA LK Dumai dalam mendukung mahasiswa untuk aktif dalam pengembangan ilmu, budaya, dan dakwah Islam di tingkat internasional.

 

 

MELAKA — Kampus Dumai Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning (STIA) Dumai bersama Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) bersama Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning (STIA) Dumai dan juga kampus Rohil Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI AR RIDHO) Bagan Siapiapi melakukan kunjungan ke Komplek Falak Al-Khawarizmi, Kampung Balik Batu, Tanjung Bidara, Melaka, dalam rangka Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema “KHAZANAH ISLAM PESISIR SELAT MELAKA” Rabu (23/7/2025).

Kunjungan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikut sertakan dari dua kampus Dumai dan satu kampus Rohil ini dipimpin langsung Ketua Yayasan IAITF Dumai, H Hambali dan didampingi Rektor IAITF Dumai, Assoc Prof Dr HM Rizal Akbar M.Phil dan sejumlah dosen serta 64 orang mahasiswa dimulai tanggal 23-31 Agustus 2025.

Ketua Yayasan IAITF Dumai, H Hambali dalam sambutannya mengatakan program kunjungan ke beberapa tempat di Melaka dan Syah Alam, Malaysia adalah dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi dan memberikan wawasan visi misi IAITF dan kampus lain yang turut berkolaborasi yaitu STIA dan STAI AR RIDHO sebagai kampus terdepan di pesisir Selat Melaka.

 “Terima kasih pada Jabatan Mufti Negeri Melaka yang sudah sudi menerima kami untuk mempelajari lebih dalam apa itu ilmu falak. Selanjutnya, Terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus Komplek Falak Al-Khawarizmi Tanjung Bidara sudah sudi menyediakan fasilitas yang sangat layak. Komplek Falak Al-Khawarizmi merupakan komplek terbesar di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Kegiatan apa saja dilakukan, H Hambali juga menjelaskan hari ini, Rabu dan selama 2 hari sejak kemarin, Selasa mahasiswa belajar tentang ilmu falak yang paling sederhana adalah belajar tentang bagaimana menentukan arah kiblat baik menggunakan secara tradisional maupun modern. “Paling takjub melalui teropong bintang melihat dan mengenal alam semesta pada saat matahari terbit dan malam hari bisa mengenal semua rasi bintang dengan jarak ribuan tahun cahaya. Semoga menambah keimanan kita dan ilmu Allah SWT sangat luas,” tegasnya.

Senada dengan itu, Rektor IAITF Dumai, Assoc Prof Dr HM Rizal Akbar M.Phil juga mengatakan kunjungan ke Komplek Falak adalah bagian dari beberapa agenda yang akan dilakukan selama ber KKN Internasional di Malaysia. Program kunjungan ke Komplek Falak menjadi agenda penting untuk menambah ilmu dan mempraktek langsung menentukan kiblat dan pengetahuan lainnya.

 “Habis ini, tepatnya Jumat kita akan mengikuti dan beberapa dosen IAITF melakukan pembentangan internasional di UITM Lendu Cawang Melaka. Sabtu lakukan pengabdian di Masjid Kampung Hulu beberapa hari dan ziarah makam ulama Syech Samsudim Al Sumaterani, Hang Jebat dan beberapa Ulama pesisir Selat Melaka lainnya. Selanjutnya Kunjungan ke UITM Syah Alam mengikuti Seminar Internasional tentang Ekonomi Selat Melaka, kunjungan ke Pengadilan Persekutuan Malaysia dan beberapa agenda internasional lainnya,” tegasnya.

Ketibaan rombongan KKN IAITF Dumai di Pelabuhan Internasional Melaka, Selasa kemarin sekitar jam 1.15 WM siang dan langsung menuju Komplek Falaqiah, Kampung Batu, Tanjung Bidara, Melaka sekitar jam 2.00 WM siang. Baru pukul 5.00 WM masuk sesi Bengkel Falaqiah dengan bahasan Teori Penentuah Arah Kiblat dan Praktek Arah Kiblat dengan pemateri Dr Raduan bin Nurdin, Jawatan Kuasa Rukyah Hilal Negeri Melaka. Pada sesi habis shalat Magrib dan Isya mengikuti sesi cerapan langit malam.

Hari Kedua di Melaka, Mahasiswa KKN-KIPSM Dalami Hisab-Rukyat dan Takwim Qamari

MELAKA — Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KKN-KIPSM) 2025 yang berlangsung di Kompleks Al-Khawarizmi, Tanjung Bidara, Melaka, pada hari kedua semakin menarik dengan pembahasan yang lebih mendalam tentang ilmu falak. Kamis (24/7/2025), para mahasiswa dari IAITF Dumai, STIA Lancang Kuning Dumai, dan STAI Ar-Ridha Rohil melanjutkan kajian bersama ahli falak terkemuka, Dr. Radzuan bin Nordin, dengan tema khusus “Peranan Ilmu Falak dalam Pentadbiran Syariah Negeri“.

Dalam sesi ini, Dr. Radzuan menjelaskan secara rinci pentingnya ilmu falak sebagai salah satu fondasi administrasi syariah di Malaysia, seperti menentukan jadwal waktu shalat, awal puasa Ramadhan, hingga Hari Raya. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang falak menjadi kunci pengelolaan urusan keagamaan yang efektif dan sesuai syariat.

Setelah sesi pagi yang padat ilmu, para mahasiswa melaksanakan makan tengah hari dan salat Zuhur berjamaah. Sesi kemudian dilanjutkan dengan tema lanjutan yakni “Asas Hisab dan Rukyah” yang juga disampaikan Dr. Radzuan bin Nordin. Dalam materi ini, mahasiswa dikenalkan pada konsep dasar perhitungan astronomi (hisab) dan metode pengamatan langsung hilal (rukyat) untuk menentukan awal bulan hijriyah.

Koordinator KKN Internasional IAITF Dumai, Dr. Deni Suryanto, M.Pd, memberikan apresiasi besar atas sesi pembelajaran ini. Ia menyebut bahwa ilmu falak bukan hanya bagian dari tradisi akademik Islam, tetapi juga instrumen penting dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. “Materi falak ini membuka wawasan mahasiswa bahwa Islam sangat memperhatikan ketepatan waktu dan administrasi kehidupan beragama. Mereka kini memahami bagaimana administrasi syariah bisa dikelola secara profesional dan berbasis ilmu astronomi,” ungkap Dr. Deni.

Kami mahasiswa STIA menyatakan kesan yang begitu mendalam terkait sesi ini. “Seru sekali belajar tentang hisab dan rukyat langsung dari pakar di sini. kami baru paham perbedaan takwim masehi dan takwim qamari, serta pentingnya memahami kalender qamari, karena erat kaitannya dengan perhitungan haul zakat dan masa iddah,” tutur penuh antusias.

Lanjut menambahkan pentingnya memahami kalender Islam, mengutip ayat Al-Qur’an dalam Surah At-Taubah ayat 36, yang menyatakan: “Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana yang ditetapkan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.”

Dengan sesi pembelajaran yang kaya ilmu ini, mahasiswa bukan hanya mendapat pemahaman tentang teknik falak, tetapi juga kesadaran akan urgensi penguasaan ilmu ini dalam konteks kehidupan beragama, sosial, dan administrasi negara. Dengan bekal ini, diharapkan mahasiswa KKN-KIPSM bisa membawa pulang wawasan yang luas dan semangat baru untuk memperkuat literasi Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

MELAKA, 24 Juli 2025 – Kursus Falak Syarie yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KKN KIPSM) resmi ditutup di Kompleks Falak Al-Khawarizmi, setelah berlangsung sejak 23 Juli 2025.

Dato’ Wira Hj. Abdul Halim menyampaikan rasa bahagia atas kehadiran rombongan mahasiswa dan dosen Indonesia. “Kami sangat senang menerima kunjungan dari KKN PIPSM. Balai Cerap Al-Khawarizmi ini akan sentiasa terbuka bagi saudara-saudara kita dari Indonesia, untuk belajar dan berkongsi ilmu falak dan warisan Islam pesisir,” ujarnya.

Acara juga dilanjutkan dengan penyerahan Sijil Penyertaan (sertifikat partisipasi) kepada tokoh utama delegasi, di antaranya kepada Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si, M.Phil, selaku Sekretaris Jenderal PIPSM dan peserta KKN KIPSM 2025. Mufti Melaka turut memberikan cenderamata sebagai bentuk penghargaan atas kolaborasi lintas negara ini.

Momentum ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan AJK, serta kunjungan ke Galeri Pameran Astronomi di Kompleks Falak Al-Khawarizmi. Galeri ini menyajikan ragam alat dan dokumentasi sejarah perkembangan ilmu falak di Malaysia. Turut hadir juga dalam sesi penutupan, Dr. Dziauddin Bin Sharif beserta rombongan AJK dari UiTM Melaka.

Penutupan ini menjadi penegas bahwa kerja sama ilmiah lintas negara tak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan institusi dan meneguhkan peran ilmu falak dalam dinamika peradaban Islam modern. PIPSM, sebagai penggagas KKN KIPSM, kembali membuktikan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman akademik dan spiritual yang bermakna bagi generasi muda di kawasan Selat Melaka.

 

 

MELAKA, 25 Juli 2025 — Pembukaan resmi Kuliah Kerja Nyata “Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka” (KKN-KIPSM) 2025 yang berlangsung meriah di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Melaka, Kampus Lendu. Acara ini sekaligus dibarengi dengan Seminar Antarabangsa Kajian Islam Kontemporari bertajuk “Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka” yang diselenggarakan oleh Akademi Pengajian Islam Kontemporari (ACIS) UiTM dengan dukungan dari Kampus Dumai Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai, Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) dan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.

Pembukaan resmi dilakukan oleh Timbalan Rektor Hal Ehwal Akademik UiTM Melaka, Dr. Mohammad Nor Afandi Ibrahim, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi penuh terhadap program ini. “Kami sangat Kami sangat mengalu-alukan keterlibatan mahasiswa dan dosen dari Indonesia dalam program ini. UiTM senantiasa terbuka dalam menjalin kolaborasi akademik yang membina, khususnya dalam konteks kajian Islam pesisir yang sangat relevan dengan sejarah dan realitas budaya di kawasan Selat Melaka,” ujar beliau dalam bahasa Melayu yang hangat dan bersahabat.

Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Dr. Zaid Mustafar, Koordinator Prasiswazah ACIS sekaligus Ketua Geran Komuniti Antarabangsa untuk projek KKN ini, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil, Rektor IAITF Dumai sekaligus Sekretaris Jenderal PIPSM, Dr. Hj. Fathul Jannah, Ketua Program Studi MPI UINSI Samarinda, Dr. Nurhafizah Jauhari, Pengarah Program KKN Malaysia 2025.

Rangkaian acara berlanjut dengan sesi pembentangan ilmiah oleh para Dosen IAITF Dumai, seperti Dr. Deni Suryanto, Dr. Wiwid Hadi Sumitro, Neneng Desi Susanti, Lutfia Eka Putri, Susiana, Tuti Syafrainti, dan Dawami dari IAITF Dumai serta Dosen dari UINSI Samarinda, tampil bergantian dalam sesi pembentangan yang berlangsung sepanjang hari. Mereka membahas isu-isu seperti moderasi beragama, geopolitik pendidikan Islam, warisan beda agama, perlindungan hukum anak, hingga inovasi pembelajaran di era digital, semuanya dikaitkan dengan semangat pengabdian dalam bingkai khazanah Islam pesisir.

Antusiasme peserta sangat terasa, terbukti dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif yang muncul dalam sesi ini. Para mahasiswa mempertanyakan berbagai topik terkait khazanah Islam pesisir, mulai dari warisan sejarah dakwah, manuskrip klasik, hingga tantangan modernisasi nilai-nilai Islam dalam ruang pesisir Nusantara.Menurut AJK, seminar ini menjadi platform akademik yang tidak hanya menguatkan jejaring kelembagaan antar kampus di kawasan pesisir Selat Melaka, tetapi juga membuka peluang riset kolaboratif dan kolaborasi akademik lainnya di masa depan.

Dengan momentum ini, KKN-KIPSM 2025 diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual Muslim yang mampu merawat khazanah Islam di wilayah strategis Selat Melaka, serta menjadi jembatan peradaban antara dua negara serumpun.

 

 

MELAKA, 26 Juli 2025 – Hari keempat program Kuliah Kerja Nyata Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KKN KIPSM) menjadi momentum penuh makna bagi para peserta. Dimulai sejak fajar menyingsing, kegiatan dibuka dengan sholat subuh berjamaah di Masjid Kampung Hulu—masjid tertua di Melaka yang telah menjadi saksi bisu perjalanan dakwah Islam di Semenanjung Melayu sejak abad ke-18. Suasana khidmat menyelimuti ibadah pagi tersebut, dilanjutkan dengan briefing yang memberikan pemahaman historis dan spiritual mengenai tempat-tempat yang dikunjungi.

Selepas sholat, rombongan mahasiswa melakukan eksplorasi kawasan sekitar Masjid Kampung Hulu. Dengan semangat belajar di luar kelas, para peserta menelusuri arsitektur, lingkungan masyarakat, hingga simbol-simbol warisan budaya Islam yang masih lestari di tengah modernitas kota Melaka. Tidak hanya melihat, mereka juga mendengarkan kuliah dari Assoc. Prof. M.Rizal Akbar, M.Phil mengenai Khazanah isla pada masa lalu dan kaitannya dengan situs-situ yang diziarahi.

Agenda dilanjutkan dengan wisata sejarah Islam dan tamadun Melayu. Rombongan ziarah ke sejumlah situs penting, di antaranya Makam Syekh Syamsuddin As-Sumatrani, ulama besar dari Aceh yang berpengaruh di kawasan ini, Makam Sayyid Abdullah Al-Haddad, serta makam Hang Jebat, pahlawan yang melegenda dalam sejarah Melayu. Mereka juga mengunjungi Kampung Ketek dan surau unik yang menjadi warisan spiritual masyarakat lokal.

Agenda berlanjut dengan pengenalan kawasan wisata Sungai Melaka. Para mahasiswa diajak menyusuri sungai yang dulunya menjadi urat nadi perdagangan maritim Melayu dan jalur penyebaran Islam. Dari tepian sungai, mereka membayangkan bagaimana ulama, saudagar, dan pelayar dahulu menjadikan Melaka sebagai simpul penting dalam jaringan dakwah dan peradaban Islam Nusantara.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan wisata, tetapi lebih sebagai penjelajahan ilmiah dan spiritual. Para mahasiswa tidak hanya diajak melihat, tetapi juga merenungi jejak-jejak kebesaran Islam yang terpatri dalam arsitektur, makam, dan kisah masyarakatnya. Dalam suasana yang hangat dan penuh refleksi, peserta KKN KIPSM kembali disadarkan akan pentingnya menjaga dan melanjutkan estafet sejarah Islam pesisir, tidak hanya dengan narasi, tetapi juga dengan aksi nyata.

 

MELAKA, 28 Juli 2025 — Kuliah Kajian Manuskrip Dan Ketamadunan Di Masjid Kampung Hulu: Membangun Kesadaran Sejarah Islam Melalui Warisan Ilmu

Masjid Kampung Hulu, salah satu masjid tertua di Semenanjung Malaysia, menjadi lokasi pelaksanaan kuliah Kajian Manuskrip dan Ketamadunan yang berlangsung mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 12.00 siang. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan tokoh penting masyarakat setempat..........

Dalam suasana yang khusyuk dan bersejarah, kuliah ini membahas pentingnya pelestarian manuskrip lama serta peran peradaban Islam dalam membentuk nilai-nilai ilmu dan budaya di Nusantara. Para pemateri memberikan pencerahan mendalam mengenai nilai ilmiah manuskrip klasik, metode pemeliharaan, serta tantangan generasi muda dalam mewarisi khazanah keilmuan tersebut.

Kegiatan ini turut menampilkan sesi diskusi yang interaktif dan reflektif, memperkaya pemahaman peserta tentang pentingnya menjaga dan mempelajari warisan intelektual Islam. Dengan latar tempat Masjid Kampung Hulu yang sarat nilai sejarah, kuliah ini menjadi momentum penguatan identitas keilmuan dan spiritual umat Islam di era kontemporer.

Masjid Kampung Hulu bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pembentukan peradaban yang berkelanjutan.

Arsip Berita